Ika Kecil: Tugas TIK PGPAUD FIP UNM 2015
Jumat, 24 April 2015
Selasa, 10 Maret 2015
Tugas 3: Integrasi ICT dalam LIngkup PAUD (Keterkaitan,fungsi dan peran, serta manfaat)
Tugas Makalah
Integrasi ICT dalam
Lingkup PAUD

Nama Kelompok :
1.
Ika Ratih Yuli Purnama
2.
Reni Cahyani
3.
Ade Irmadani
4. Zulfa Ringan
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2015
Kata
Pengantar
Dengan menyebut nama
Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puji syukur atas kehadirat-Nya,
yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada penulis, sehingga
Kami dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul “ Integrasi ICT dalam Lingkup PAUD “.
Adapun makalah Teknologi Informasi dan
Komunikasi tentang “Integrasi ICT dalam Lingkup
PAUD “, telah Kami usahakan semaksimal
mungkin. Namun tidak lepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa
ada kekurangan baik dari segi susunan bahasanya maupun segi lainnya. Oleh
karena itu, dengan lapang dada dan tangan terbuka, Kami membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang
ingin memberi saran dan kritik sehingga dapat memperbaiki makalah ini.
Kami berharap semoga makalah Teknologi
Informasi dan Komunikasi tentang “Integrasi ICT dalam
Lingkup PAUD “ bermanfaat dan memberikan inspirasi terhadap
pembaca.
Makassar, 14 Maret 2015
Kelompok V
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ................................................................................................................. i
Daftar Isi ............................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang .............................................................................................................. 1
B.
Rumusan Masalah ......................................................................................................... 2
C.
Tujuan Penulisan Makalah ............................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
A.
Integrasi ICT dengan PAUD ........................................................................................ 3
B.
Keterkaitan ICT dengan PAUD ................................................................................... 4
C.
Fungsi dan peran ICT dalam
lingkup PAUD ............................................................... 6
D.
Manfaat ICT dalam lingkup PAUD ............................................................................. 8
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan .................................................................................................................. 12
B.
Saran ............................................................................................................................ 12
Daftar Pustaka .................................................................................................................. 13
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Perkembangan
zaman saat ini menginjak pada suatu zaman yang menurut Alvin Toffler merupakan
gelombang ketiga dari revolusi perkembangan zaman, yaitu revolusi teknologi
elektronika dan informatika. Secara umum perkembangan dalam informasi menurut
Miarso (2004) menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut: (1) meningkatnya daya muat
untuk mengumpulkan, menyimpan, memanipulasi, dan menyajikan informasi; (2)
kecepatan penyajian informasi yang meningkat; (3) miniaturisasi perangkat keras
yang disertai dengan ketersediaan yang melimpah; (4) keragaman pilihan
informasi untuk melayani berbagai macam kebutuhan; (5) biaya perolehan
informasi, terutama biaya untuk transmisi data yang cepat dalam jarak jauh,
yang secara relatif semakin turun; (6) kemudahan penggunaan produk teknologi
komunikasi dan informasi, baik yang berupa perangkat keras maupun perangkat
lunak; (7) kemampuan distribusi informasi yang semakin cepat dan luas, dan
karen itu informasi lebih mudah diperoleh, dengan menembus batas-batas
geografis, politis, maupun kedaulatan; (8) meningkatnya kegunaan informasi
dengan keanekaragaman pelayanan yang dapat diberikan hingga memungkinkan
pemecahan masalah yang ada secara lebih baik serta dibuatnya prediksi masa
depan yang lebih tepat. Era teknologi seperti yang disebutkan di atas membawa
perubahan-perubahan serta pengembangan dalam berbagai segi kehidupan. Tidak
terkecuali dalam bidang pendidikan.
Besarnya
peran teknologi komunikasi dan informasi membawa peran tersendiri bagi
pendidikan baik sebagai pendukung sistem maupun media pendidikan. Pada makalah
ini penulis akan memfokuskan perannya sebagai media pendidikan yang dikhususkan
pada anak usia dini.
B.
Rumusan Masalah
1.
Bagaimana Integrasi ICT dengan
PAUD ?
2.
Apa keterkaitan ICT dengan PAUD ?
3.
Apa fungsi dan peran ICT dalam
lingkup PAUD ?
4.
Apa manfaat ICT dalam lingkup
PAUD ?
C.
Tujuan Penulisan Makalah
1.
Mengetahui Integrasi ICT dengan
PAUD ?
2.
Mengetahui keterkaitan ICT dengan
PAUD ?
3.
Mengetahui fungsi dan peran ICT
dalam lingkup PAUD ?
4.
Mengetahui manfaat ICT dalam
lingkup PAUD ?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
HAKIKAT
BELAJAR PADA ANAK USIA DINI
Pembelajaran
di Taman Kanak-Kanak dan Raudhatul Athfal berpedoman pada prinsip belajar
sambil bermain atau bermain sambil belajar (Depdiknas, 2004). Bermain merupakan
tuntutan dan kebutuhan bagi anak usia Taman Kanak-Kanak, sehingga kegiatan
pembelajarannya dilakukan dengan berbagai macam permainan dalam suasana yang
menyenangkan dan merangsang anak untuk terlibat secara aktif.
Bermain
merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan atau tanpa alat yang
menghasilkan pengertian atau memberikan informasi, memberikan kesenangan maupun
mengembangkan imajinasi pada anak (Sudono, 2000). Sedangkan belajar merupakan
aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan
lingkungan yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan, pemahaman,
keterampilan dan nilai sikap (Darsono, 2000). Jadi bermain sambil belajar
merupakan kegiatan bermain yang di dalamnya terdapat unsur-unsur belajar.
Melalui bermain, tuntutan akan kebutuhan perkembangan dimensi motorik,
kognitif, kreatifitas, bahasa, emosi, interaksi sosial, nilai-nilai, dan sikap
hidup dapat terpenuhi. Ketika bermain, anak akan berimajinasi dan mengeluarkan
ide-ide yang tersimpan dalam dirinya. Anak mengekspresikan pengetahuan yang dia
miliki tentang dunia sekitarnya. Melalui kegiatan bermain, anak mempunyai
kesempatan lebih banyak untuk bereksplorasi, sehingga pemahaman tentang konsep
maupun pengertian dasar suatu pengetahuan dapat dipahami anak dengan lebih mudah.
B.
INTEGRASI
ICT DALAM
LINGKUP PAUD
Seperti yang kita ketahui bersama
bahwa anak usia dini (0-6 tahun) adalah masa yang paling potensial untuk
membangun dan menumbuhkembangkan potensi dalam diri anak. Pada usia dini ini
juga anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat peka. Hal ini
menjadi penting untuk dibahas oleh kita semua terutama pemerintah untuk
menciptakan PAUD yang bermutu dalam rangka mencerdasakan kehidupan bangsa,
menciptakan generasi yang unggul, berdaya saing tinggi dan tak melupakan
nilai-nilai moral dan kebangsaan, juga dalam rangka mempersiapkan anak
Indonesia yang sehat, mandiri, dan mampu menguasai ilmu pengetahuan dan
teknologi. Maka dari itu, pemerintah mencanangkan pembelajaran PAUD yang
berbasis pada TIK.
Pembelajaran berbasis TIK ini merupakan model pembelajaran yang inovatif.
Telah kita ketahui bahwa anak-anak usia dini cenderung memiliki sifat yang
jenuh dan mudah bosan, sehingga dengan adanya pembelajaran yang berbasis pada
TIK ini anak mungkin tidak akan merasa jenuh dan bosan lagi, karena banyak
sekali tampilan-tampilan multimedia dan aplikasi-aplikasi lainnya yang membuat
belajar anak menjadi menyenangkan. Sudah pasti ini akan membuat anak merasa
tidak terbebani, akan tetapi malah membuat anak merasa tertantang untuk mencoba
lagi dan tidak mudah menyerah untuk mengerkajan tugas apabila tugas yang
diberikan dikemas dalam bentuk permainan. Anak juga akan merasa lebih percaya
diri dan bersemangat jika ia berhasil membuat proyek atau membuat sesuatu
menggunakan media komputer.
1.
KETERKAITAN
ICT DENGAN
PAUD
Harus kita ketahui bahwa tujuan
pembelajaran TIK pada anak usia dini adalah mengenalkan teknologi informasi dan
komunikasi termasuk didalamnya pengenalan terhadap komputer. Pada tahap PAUD,
anak masih dalam batas mengenalkan komputer, bagian dan fungsi komputer itu
sendiri, menggunakan komputer dengan benar, seperti cara menghidupkan dan
mematikan komputer, tertib menggunakan komputer. Pembelajaran ini sangat
berpengaruh terhadap perkembangan anak usia dini seperti perkembangan kognitif,
afektif, maupun sosial-emosional.
a.
Perkembangan kognitif. Dengan
adanya pembelajaran ini, anak dapat belajar berhitung menggunakan aplikasi
kalkulator yang ada pada komputer, mengenal bentuk geometri, mewarnai,
menggambar pemandangan yang disukai, mengelompokkan benda-benda yang sejenis,
membuat cerita sederhana atau membuat kartu ucapan untuk teman atau orang-orang
yang disayangi. Semua itu dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi-aplikasi
yang terdapat pada komputer.
b.
Perkembangan afektif. Misalnya :
Suatu program didesain secara tepat dengan memberikan potongan clip suara atau
video yang isinya menggugah perasaan.
c.
Perkembangan sosial-emosional.
Aspek yang lain yang dapat digali dalam pembelajaran komputer adalah bagimana
ia berinteraksi dengan teman, latihan berbagi, bekerja sama. Keterkaitan ICT
dalam lingkup PAUD, belajar dengan menggunakan komputer dapat membuat pendidik
menjadi terlatihdan terampil. Secara umum dalam pembelajaran komputer dengan
hubungannya pada anak usia dini di lakukan untuk berbagai kegiatan :
·
Anak didik dapat menyimpan data
·
Anak didik dapat mengolah data dengan bantuan guru atau tim pengajar
·
Anak didik dapat mencapai pembelajaran mendesain pesan dan informasi
·
Anak didik dapat menyajikan informasi dan pengetahuan
·
Anak didik dapat mampu mengkomunikasikan pesan dan informasi
Keterkaitan lain antara ICT dan
PAUD adalah :
1.
Anak mampu membuat teks
2.
Anak didik dapat mempelajari system informasi dan komunikasi
2.
FUNGSI
DAN PERAN ICT DALAM
LINGKUP PAUD
a. FUNGSI
Fungsi pembelajaran TIK pada anak
usia dini adalah mengenalkan teknologi informasi dan komunikasi. Untuk
memudahkan anak usia dini dalam membantu proses belajar dengan cara yang
menyenangkan, kreatif, imaginative dengan memakai TIK sebagai sumber belajar,
seperti CD interaktif yang kini semakin banyak berkembang dalam modifikasi isi
dari pembelajarannya. Contohnya : belajar berhitung, belajar membaca, mengenal
huruf, mengenal warna, geometri, bentuk, juga mengenal lingkungan,binatang dan
tumbuh-tumbuhan serta lain-lainnya. Dengan adanya sarana dan prasarana TIK
sebagai sumber belajar menjadikan pembelajaran menjadi lebih atraktif juga
kreatif. Membuat anak menjadi lebih tertantang untuk bermain sambil belajar.
b. PERAN
1)
TIK sebagai Sumber Belajar
Dengan TIK
siswa menggunakan ANEKA sumber belajar, artinya menjadikan TIK
sebagai salah satu referensi dalam belajar sehingga siswa dapat dengan mudah
memperoleh berbagai informasi yang dibutuhkan dalam belajar. Namun, guru harus
tetap mengatur efektifitas penggunaan TIK (internet), artinya
siswa disiapkan untuk menggunakan teknologi dengan tepat dan sesuai kebutuhan.
Di sini guru harus tegas memberi batasan kepada siswa dalam mencari sumber
belajar di internet.
2)
TIK sebagai Media Belajar
Dalam merancang
media berbasis TIK, guru harus dapat mengupayakan adanya kedekatan antara
visualisasi antara pesan verbal dan ilustrasi yang digunakan agar lebih mudah
dipahami anak. Ada beberapa prinsip penggunaan media, yaitu Kesederhanaan, artinya
media yang digunakan tidak perlu mewah tetapi harus didesain secara hati-hati
mengandung makna dari pesan yang hendak disampaikan. Keutuhan, artinya
dalam membelajarkan sesuatu kepada anak harus dimulai dari satu kesatuan yang
utuh baru ke bagian-bagian tertentu, agar pesan yang disampaikan lebih bermakna
atau berarti bagi anak. Keseimbangan, hal ini menjaga agar perhatian anak
tetap fokus pada pesan apa yang mau kita sampaikan, karena ketidakseimbangan
gambar dapat mengalihkan perhatian siswa. Ketegasan, artinya harus ada
teknik dalam memberi penekanan pada bagian tertentu. Misalkan dengan memberi
warna tertentu pada kata-kata tertentu yang merupakan pesan khusus yang mau
disampaikan
c.
CARA PEMBERIAN
ICT PADA ANAK USIA DINI
1)
Usia 0 – 2 tahun
Pada perkembangan anak usia ini, anak mulai belajar
mendengar dan mengenal sekitarnya, dari rangsangan-rangsangan yang ditimbulkan
melalui gerakan, serta suara. Kemudian anak mulai menirukan ketika mereka
mulai belajar berbicara. Pemberian IT pada usia anak demikian, dapat
melalui multimedia dengan cara diputarkan lagu-lagu rohani atau lagu
anak. Mengenalkan warna juga dapat melalui multimedia dengan memutarkan
film-film kartun anak, yang tentunya mendidikan. Mengapa? Karena film-film
kartun saat ini pun memiliki unsur warna yang beragam, sehingga anak dapat
mengenalnya walau tidak sekaligus, tetapi warna-warna yang dominan. Hal ini pun
dapat membantu pembentukan karakter anak.
2)
Usia 3 – 4 tahun
Pada usia ini, anak mulai menggunakan kalimat yang
hampir lengkap, hal ini dapat dilihat dari cara mereka menanyakan sesuatu hal.
Menurut Piaget, cara anak mengajukan pertanyaan menunjukkan perkembangan
kognitif seorang anak. Pada anak yang berasal dari latar belakang orang tua
otoriter, anak kurang belajar berbicara, ketimbang dalam keluarga yang
demokratis, dimana anak bukan saja belajar “mendengar” tetapi juga
“didengar”. Oleh karenanya penting diberikan IT melalui multimedia,
dengan cara seperti pada usia anak 0 – 2 tahun, tetapi cara pembelajarannya
sedikit meningkat disesuaikan dengan usia anak yang telah dapat menerima
rangsangan lebih banyak. Misalnya mulai diajarkan melafalkan ayat-ayat
suci Al Qur’an, atau dikenalkan cerita-cerita Kitab Suci melalui film-film,
tentu saja perlu pendampingan orang tua sehingga dapat terlihat sejauh mana
anak mampu untuk belajar. Semakin banyak kesempatan anak belajar untuk
berbicara, dapat membantu anak menumbuhkan rasa percaya dirinya sehingga pada
usia sekolah mereka dapat mengenalkan dan mengungkapkan dirinya secara lisan.
3)
Usia 5 – 6 tahun
Pada usia ini, pengenalan dunia IT sudah lebih meningkat.
Pengenalan dapat berupa pengenalan perangkat keras komputer (hardware) yang
bisa dilihat dan dipegang langsung oleh anak, misalnya : CPU, Monitor, Mouse,
Keyboard dan Printer. Pengenalan perangkat keras ini juga dilengkapi
dengan penjelasan fungsi dari masing-masing alat dengan cara langsung
dipraktekkan (learning by doing).
4)
Usia 7 – 8 tahun
pada usia ini, pengenalan dunia IT sudah masuh pada tingkat
program interaktif, dimana anak sudah bisa berinteraksi dengan program aplikasi
pembelajaran.
3.
MANFAAT
INTEGRASI ICT DALAM LINGKUP PAUD
Manfaat integrasi ICT dalam ruang
lingkup PAUD yaitu :
a.
ICT Sebagai Sumber Belajar
Contoh konkrit dalam pendayagunaan ICT adalah proses belajar
dikelas yang menggunakan internet sebagai media pembelajaran Sebagai media yang
diharapkan akan menjadi bagian dari suatu proses belajar di sekolah , internet
diharapkan mampu memberikan dukungan bagi terselenggaranya proses komunikasi interaktif antara guru dengan
siswa. Kondisi yang perlu didukung oleh internet berkaitan dengan strategi
pembelajaran yang akan dikembangkan, yaitu sebagai kegiatan komonikasi yang
dilakukan untuk mengajak siswa dalam belajar yang baik dan cepat di pahami.
b.
ICT sebagai Media Pembelajaran
Media adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk
meyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, dapat membangkitkan semangat,
perhatian, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses
pembelajaran pada diri siswa.
Pemanfaatn ICT sebagai media pembelajaran merupakan hal yang
baru dalam pendidikan. Hal tersebut tentu diiringi oleh perkembangan zaman saat
ini. Dikeluarkannya komputer mini (netbook) oleh pabrikan komputer di dunia
yang niat awalnya didistribusikan untuk kunsumsi pelajar, merupakan salah satu
jalan bagi dunia pendidikan dalam memanfaatkan ICT tersebut. Kamudian
pemanfaatan ICT pada lingkup paud yaitu untuk memperkenalkan pada anak usia
dini dengan teknologi yang berkembang,dengan belajar menggunakan ICT anak-anak
pun dapat mengambil sebuah pelajaran yang di perlihatkan seperti pada video.
Bentuk
dari multimedia dalam pembelajaran antara lain :
1.
Multimedia Presentasi
Multi media presentasi merupakan sebuah alat pembelajaran
yang di gunakan untuk mempresentasikan sesuatu bahan pembelajaran. Contohnya : LCD
2.
Program Multimedia Interaktif
Program multimedia interaktif merupakan perpaduan antara
berbagai media (format file) yang berupa teks, gambar (vektor atau
bitmap), grafik, sound, animasi, video, interaksi, dll. yang telah
dikemas menjadi file digital (komputerisasi), digunakan untuk
menyampaikan pesan kepad publik.Pemanfaatan multimedia sangatlah banyak
diantaranya untuk: media pembelajaran, game, film, medis, militer, bisnis,
desain, arsitektur, olahraga, hobi, iklan/promosi, dll. (Wahono, 2007). Bila
pengguna mendapatkan keleluasaan dalam mengontrol multimedia tersebut, maka hal
ini disebut multimedia interaktif.
Thorn (2006) mengajukan enam kriteria untuk menilai
multimedia interaktif, yaitu : (1) Kriteria pertama adalah kemudahan navigasi,
(2) Kriteria kedua adalah kandungan kognisi. (3) Kriteria ketiga adalah
presentasi informasi, (4) Kriteria keempat adalah integrasi media, (5) Kriteria
kelima adalah artistik dan estetika dan (6) Kriteria penilaian yang terakhir
adalah fungsi secara keseluruhan.Multimedia interaktif menggabungkan dan
mensinergikan semua media yang terdiri dari: a) teks; b) grafik; c) audio; dan
d) interaktivitas(Green & Brown, 2002: 2-6).
3.
Sarana Simulasi
Simulasi adalah suatu cara untuk menduplikasi /
menggambarkan ciri, tampilan, dan karakteristik dari suatu system nyata. Contohnya : gambar yang dapat memacu
anak untuk tertarik dalam belajar,dongeng yang di ceritakan pada si anak.
4.
Video Pelajaran
Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari
“Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu
perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Dalam Proses
belajar mengajar di kelas, Media berarti sebagai sarana yang berfungsi menyalurkan
pengetahuan dari Guru kepada peserta didik. Kelancaran Aplikasi Model
Pembelajaran sedikit banyak ditentukan pula oleh Media Pembelajaran yang
digunakan.
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat
menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta
didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta
didik. Contohnya : ketika anak-anak di perlihatkan video yang
bertemakan pendidikian maka anak mengambil dari pelajaran tersebut.
c.
Melatih Logika
Saat bermain game, anak-anak harus menggunakan berbagai strategi untuk
memenangkan permainan. Hal ini dapat melatih penggunaan logika, menganalisa,
dan lain-lain.
d.
Melatih Kemampuan Spasial
Melalui game permainan, kemampuan spasial anak yang berhubungan dengan
kecerdasan gambar dan bervisualisasi akan terasah. Kemampuan ini akan
berpengaruh dengan kemampuan berhitung mereka. Selain itu, permainan juga akan
membantu penggunaan motorik halus anak.
e.
Kemampuan Membaca
Bagi anak yang belum lancar membaca, game konsol bisa jadi alat yang tepat
untuk membantu belajar membaca. Seperti di ketahui ada beberapa game ada yang
bersifat edukasi dan bisa membantu anak untuk belajar dengan cara yang lebih
asyik. Selain itu, saat bermain anak juga diharuskan membaca setiap perintah
yang diberikan oleh tokoh game dan narator game. Maka, secara tak langsung anak
bisa belajar membaca dan mengeja secara signifikan.
f.
Stimulasi Otak
Dalam game permainan ada yang bisa membuat permainan sendiri sesuai dengan
yang diinginkannya. Hal tersebut bisa membantu stimulasi otak dan proses
berpikir untuk menciptakan skenario yang panjang dan rumit sebagai bagian dari
pengembangan kreativitas mereka.
g.
Mengembangkan Imajinasi
Permainan bisa membantu anak untuk mengembangkan imajinasi mereka. Anak
bisa menggunakan imajinasi ini untuk menyeimbangkan berbagai kejadian dalam
film dan diaplikasikan dalam dunia nyata (yang relevan dan postif).
h.
Penggunaan Bahasa Inggris
Salah satu game anak yang disukai adalah konsol dan game online. Game ini
banyak dibuat oleh perusahaan luar negeri yang mempergunakan bahasa Inggris.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Tujuan pembelajaran TIK pada anak
usia dini adalah mengenalkan teknologi informasi dan komunikasi termasuk
didalamnya pengenalan terhadap komputer. Pada tahap PAUD, anak masih dalam
batas mengenalkan komputer, bagian dan fungsi komputer itu sendiri, menggunakan
komputer dengan benar. Pembelajaran ini sangat berpengaruh terhadap
perkembangan anak usia dini seperti perkembangan kognitif, afektif, maupun
sosial-emosional.
Dengan adanya sarana dan prasarana TIK sebagai sumber
belajar menjadikan pembelajaran menjadi lebih atraktif juga kreatif. Membuat
anak menjadi lebih tertantang untuk bermain sambil belajar.
B. Saran
Selain
lingkungan yang dijadikan sumber dan media pembelajaran, TIK sangat berperan
dalam menumbuhkan semangat dan kreativitas anak untuk belajar, belajar adalah
bersenang-senang, menyenangkan, dan lebih banyak variasi. Anak usia dini yang
dikenal unik, lebih menyukai gambar yang lucu, unik, warna-warni, dan yang
bergerak, maka untuk itu guru perlu mendesain media pembelajaran berbasis TIK
yang dijadikan sebagai media dan sumber pembelajaran. Guru dalam mendesain
media pembelajaran perlu memperhatikan kriteria pembuatan media bagi anak usia
dini yakni: tidak rumit, mudah dipahami anak, durasi tidak lama, sederhana,
menarik, dan bermakna.
DAFTAR PUSTAKA
Langganan:
Postingan (Atom)