Selasa, 10 Maret 2015

Tugas 3: Integrasi ICT dalam LIngkup PAUD (Keterkaitan,fungsi dan peran, serta manfaat)


Tugas Makalah


Integrasi ICT dalam
Lingkup PAUD


Nama Kelompok :
1.         Ika Ratih Yuli Purnama          
2.        Reni Cahyani                        
3.        Ade Irmadani                       
4.       Zulfa Ringan          
             

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2015


Kata Pengantar

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami  panjatkan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada penulis, sehingga Kami  dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ Integrasi ICT dalam Lingkup PAUD “.
Adapun makalah Teknologi Informasi dan Komunikasi tentang “Integrasi ICT dalam Lingkup PAUD “, telah Kami usahakan semaksimal mungkin. Namun tidak lepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi susunan bahasanya maupun segi lainnya. Oleh karena itu, dengan lapang dada dan tangan terbuka, Kami  membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin memberi saran dan kritik sehingga dapat memperbaiki makalah ini.
Kami berharap semoga makalah Teknologi Informasi dan Komunikasi tentang “Integrasi ICT dalam Lingkup PAUD “ bermanfaat dan memberikan inspirasi terhadap pembaca.


Makassar, 14 Maret 2015


                                                                                                                            
    Kelompok  V



DAFTAR ISI

Kata Pengantar  .................................................................................................................  i
Daftar Isi ............................................................................................................................. ii
BAB  I   PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang .............................................................................................................. 1
B.       Rumusan Masalah ......................................................................................................... 2
C.       Tujuan Penulisan Makalah ............................................................................................ 2

BAB  II   PEMBAHASAN
A.      Integrasi ICT dengan PAUD ........................................................................................ 3
B.       Keterkaitan ICT dengan PAUD ................................................................................... 4
C.       Fungsi dan peran ICT dalam lingkup PAUD ............................................................... 6
D.      Manfaat ICT dalam lingkup PAUD ............................................................................. 8
BAB  III  PENUTUP
A.      Kesimpulan .................................................................................................................. 12
B.       Saran ............................................................................................................................ 12

Daftar Pustaka .................................................................................................................. 13


BAB I
PENDAHULUAN
A.       Latar Belakang

Perkembangan zaman saat ini menginjak pada suatu zaman yang menurut Alvin Toffler merupakan gelombang ketiga dari revolusi perkembangan zaman, yaitu revolusi teknologi elektronika dan informatika. Secara umum perkembangan dalam informasi menurut Miarso (2004) menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut: (1) meningkatnya daya muat untuk mengumpulkan, menyimpan, memanipulasi, dan menyajikan informasi; (2) kecepatan penyajian informasi yang meningkat; (3) miniaturisasi perangkat keras yang disertai dengan ketersediaan yang melimpah; (4) keragaman pilihan informasi untuk melayani berbagai macam kebutuhan; (5) biaya perolehan informasi, terutama biaya untuk transmisi data yang cepat dalam jarak jauh, yang secara relatif semakin turun; (6) kemudahan penggunaan produk teknologi komunikasi dan informasi, baik yang berupa perangkat keras maupun perangkat lunak; (7) kemampuan distribusi informasi yang semakin cepat dan luas, dan karen itu informasi lebih mudah diperoleh, dengan menembus batas-batas geografis, politis, maupun kedaulatan; (8) meningkatnya kegunaan informasi dengan keanekaragaman pelayanan yang dapat diberikan hingga memungkinkan pemecahan masalah yang ada secara lebih baik serta dibuatnya prediksi masa depan yang lebih tepat. Era teknologi seperti yang disebutkan di atas membawa perubahan-perubahan serta pengembangan dalam berbagai segi kehidupan. Tidak terkecuali dalam bidang pendidikan.
Besarnya peran teknologi komunikasi dan informasi membawa peran tersendiri bagi pendidikan baik sebagai pendukung sistem maupun media pendidikan. Pada makalah ini penulis akan memfokuskan perannya sebagai media pendidikan yang dikhususkan pada anak usia dini.







B.       Rumusan Masalah

1.          Bagaimana Integrasi ICT dengan PAUD ?
2.          Apa keterkaitan ICT dengan PAUD ?
3.          Apa fungsi dan peran ICT dalam lingkup PAUD ?
4.          Apa manfaat ICT dalam lingkup PAUD ?


C.       Tujuan Penulisan Makalah

1.          Mengetahui Integrasi ICT dengan PAUD ?
2.          Mengetahui keterkaitan ICT dengan PAUD ?
3.          Mengetahui fungsi dan peran ICT dalam lingkup PAUD ?
4.          Mengetahui manfaat ICT dalam lingkup PAUD ?
























BAB II
PEMBAHASAN

A.      HAKIKAT BELAJAR PADA ANAK USIA DINI
Pembelajaran di Taman Kanak-Kanak dan Raudhatul Athfal berpedoman pada prinsip belajar sambil bermain atau bermain sambil belajar (Depdiknas, 2004). Bermain merupakan tuntutan dan kebutuhan bagi anak usia Taman Kanak-Kanak, sehingga kegiatan pembelajarannya dilakukan dengan berbagai macam permainan dalam suasana yang menyenangkan dan merangsang anak untuk terlibat secara aktif.
Bermain merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan atau tanpa alat yang menghasilkan pengertian atau memberikan informasi, memberikan kesenangan maupun mengembangkan imajinasi pada anak (Sudono, 2000). Sedangkan belajar merupakan aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan nilai sikap (Darsono, 2000). Jadi bermain sambil belajar merupakan kegiatan bermain yang di dalamnya terdapat unsur-unsur belajar. Melalui bermain, tuntutan akan kebutuhan perkembangan dimensi motorik, kognitif, kreatifitas, bahasa, emosi, interaksi sosial, nilai-nilai, dan sikap hidup dapat terpenuhi. Ketika bermain, anak akan berimajinasi dan mengeluarkan ide-ide yang tersimpan dalam dirinya. Anak mengekspresikan pengetahuan yang dia miliki tentang dunia sekitarnya. Melalui kegiatan bermain, anak mempunyai kesempatan lebih banyak untuk bereksplorasi, sehingga pemahaman tentang konsep maupun pengertian dasar suatu pengetahuan dapat dipahami anak dengan lebih mudah.
B.       INTEGRASI ICT DALAM LINGKUP PAUD
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa anak usia dini (0-6 tahun) adalah masa yang paling potensial untuk membangun dan menumbuhkembangkan potensi dalam diri anak. Pada usia dini ini juga anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat peka. Hal ini menjadi penting untuk dibahas oleh kita semua terutama pemerintah untuk menciptakan PAUD yang bermutu dalam rangka mencerdasakan kehidupan bangsa, menciptakan generasi yang unggul, berdaya saing tinggi dan tak melupakan nilai-nilai moral dan kebangsaan, juga dalam rangka mempersiapkan anak Indonesia yang sehat, mandiri, dan mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Maka dari itu, pemerintah mencanangkan pembelajaran PAUD yang berbasis pada TIK.
Pembelajaran berbasis TIK ini merupakan model pembelajaran yang inovatif. Telah kita ketahui bahwa anak-anak usia dini cenderung memiliki sifat yang jenuh dan mudah bosan, sehingga dengan adanya pembelajaran yang berbasis pada TIK ini anak mungkin tidak akan merasa jenuh dan bosan lagi, karena banyak sekali tampilan-tampilan multimedia dan aplikasi-aplikasi lainnya yang membuat belajar anak menjadi menyenangkan. Sudah pasti ini akan membuat anak merasa tidak terbebani, akan tetapi malah membuat anak merasa tertantang untuk mencoba lagi dan tidak mudah menyerah untuk mengerkajan tugas apabila tugas yang diberikan dikemas dalam bentuk permainan. Anak juga akan merasa lebih percaya diri dan bersemangat jika ia berhasil membuat proyek atau membuat sesuatu menggunakan media komputer.

1.         KETERKAITAN ICT DENGAN PAUD
Harus kita ketahui bahwa tujuan pembelajaran TIK pada anak usia dini adalah mengenalkan teknologi informasi dan komunikasi termasuk didalamnya pengenalan terhadap komputer. Pada tahap PAUD, anak masih dalam batas mengenalkan komputer, bagian dan fungsi komputer itu sendiri, menggunakan komputer dengan benar, seperti cara menghidupkan dan mematikan komputer, tertib menggunakan komputer. Pembelajaran ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak usia dini seperti perkembangan kognitif, afektif, maupun sosial-emosional.
a.         Perkembangan kognitif. Dengan adanya pembelajaran ini, anak dapat belajar berhitung menggunakan aplikasi kalkulator yang ada pada komputer, mengenal bentuk geometri, mewarnai, menggambar pemandangan yang disukai, mengelompokkan benda-benda yang sejenis, membuat cerita sederhana atau membuat kartu ucapan untuk teman atau orang-orang yang disayangi. Semua itu dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi-aplikasi yang terdapat pada komputer.
b.        Perkembangan afektif. Misalnya : Suatu program didesain secara tepat dengan memberikan potongan clip suara atau video yang isinya menggugah perasaan.
c.         Perkembangan sosial-emosional. Aspek yang lain yang dapat digali dalam pembelajaran komputer adalah bagimana ia berinteraksi dengan teman, latihan berbagi, bekerja sama. Keterkaitan ICT dalam lingkup PAUD, belajar dengan menggunakan komputer dapat membuat pendidik menjadi terlatihdan terampil. Secara umum dalam pembelajaran komputer dengan hubungannya pada anak usia dini di lakukan untuk berbagai kegiatan :
·         Anak didik dapat menyimpan data
·         Anak didik dapat mengolah data dengan bantuan guru atau tim pengajar
·         Anak didik dapat mencapai pembelajaran mendesain pesan dan informasi
·         Anak didik dapat menyajikan informasi dan pengetahuan
·         Anak didik dapat mampu mengkomunikasikan pesan dan informasi
Keterkaitan lain antara ICT dan PAUD adalah :
1.      Anak mampu membuat teks
2.      Anak didik dapat mempelajari system informasi dan komunikasi

2.        FUNGSI DAN PERAN ICT DALAM LINGKUP PAUD
a.       FUNGSI
Fungsi pembelajaran TIK pada anak usia dini adalah mengenalkan teknologi informasi dan komunikasi. Untuk memudahkan anak usia dini dalam membantu proses belajar dengan cara yang menyenangkan, kreatif, imaginative dengan memakai TIK sebagai sumber belajar, seperti CD interaktif yang kini semakin banyak berkembang dalam modifikasi isi dari pembelajarannya. Contohnya : belajar berhitung, belajar membaca, mengenal huruf, mengenal warna, geometri, bentuk, juga mengenal lingkungan,binatang dan tumbuh-tumbuhan serta lain-lainnya. Dengan adanya sarana dan prasarana TIK sebagai sumber belajar menjadikan pembelajaran menjadi lebih atraktif juga kreatif. Membuat anak menjadi lebih tertantang untuk bermain sambil belajar.

b.        PERAN
1)         TIK sebagai Sumber Belajar
Dengan TIK siswa  menggunakan ANEKA sumber belajar, artinya menjadikan TIK sebagai salah satu referensi dalam belajar sehingga siswa dapat dengan mudah memperoleh berbagai informasi yang dibutuhkan dalam belajar. Namun, guru harus tetap mengatur efektifitas penggunaan TIK (internet), artinya siswa disiapkan untuk menggunakan teknologi dengan tepat dan sesuai kebutuhan. Di sini guru harus tegas memberi batasan kepada siswa dalam mencari sumber belajar di internet.
2)         TIK sebagai Media Belajar
Dalam merancang media berbasis TIK, guru harus dapat mengupayakan adanya kedekatan antara visualisasi antara pesan verbal dan ilustrasi yang digunakan agar lebih mudah dipahami anak. Ada beberapa prinsip penggunaan media, yaitu Kesederhanaan, artinya media yang digunakan tidak perlu mewah tetapi harus didesain secara hati-hati mengandung makna dari pesan yang hendak disampaikan. Keutuhan, artinya dalam membelajarkan sesuatu kepada anak harus dimulai dari satu kesatuan yang utuh baru ke bagian-bagian tertentu, agar pesan yang disampaikan lebih bermakna atau berarti bagi anak. Keseimbangan, hal ini menjaga agar perhatian anak tetap fokus pada pesan apa yang mau kita sampaikan, karena ketidakseimbangan gambar dapat mengalihkan perhatian siswa. Ketegasan, artinya harus ada teknik dalam memberi penekanan pada bagian tertentu. Misalkan dengan memberi warna tertentu pada kata-kata tertentu yang merupakan pesan khusus yang mau disampaikan

c.        CARA PEMBERIAN  ICT PADA ANAK USIA DINI
1)         Usia 0 – 2 tahun
Pada perkembangan anak usia ini, anak mulai belajar mendengar dan mengenal sekitarnya, dari rangsangan-rangsangan yang ditimbulkan melalui gerakan, serta suara.  Kemudian anak mulai menirukan ketika mereka mulai belajar berbicara.  Pemberian IT pada usia anak demikian, dapat melalui multimedia dengan cara diputarkan lagu-lagu rohani atau lagu anak.  Mengenalkan warna juga dapat melalui multimedia dengan memutarkan film-film kartun anak, yang tentunya mendidikan. Mengapa? Karena film-film kartun saat ini pun memiliki unsur warna yang beragam, sehingga anak dapat mengenalnya walau tidak sekaligus, tetapi warna-warna yang dominan. Hal ini pun dapat membantu pembentukan karakter anak.

2)         Usia 3 – 4 tahun
Pada usia ini, anak mulai menggunakan  kalimat yang hampir lengkap, hal ini dapat dilihat dari cara mereka menanyakan sesuatu hal. Menurut Piaget, cara anak mengajukan pertanyaan menunjukkan perkembangan kognitif seorang anak. Pada anak yang berasal dari latar belakang orang tua otoriter,  anak kurang belajar berbicara, ketimbang dalam keluarga yang demokratis, dimana anak bukan saja belajar “mendengar” tetapi juga “didengar”.   Oleh karenanya penting diberikan IT melalui multimedia, dengan cara seperti pada usia anak 0 – 2 tahun, tetapi cara pembelajarannya sedikit meningkat disesuaikan dengan usia anak yang telah dapat menerima rangsangan lebih banyak.  Misalnya mulai diajarkan melafalkan ayat-ayat suci Al Qur’an, atau dikenalkan cerita-cerita Kitab Suci melalui film-film, tentu saja perlu pendampingan orang tua sehingga dapat terlihat sejauh mana anak mampu untuk belajar.  Semakin banyak kesempatan anak belajar untuk berbicara, dapat membantu anak menumbuhkan rasa percaya dirinya sehingga pada usia sekolah mereka dapat mengenalkan dan mengungkapkan dirinya secara lisan.

3)         Usia 5 – 6 tahun
Pada usia ini, pengenalan dunia IT sudah lebih meningkat. Pengenalan dapat berupa pengenalan perangkat keras komputer (hardware) yang bisa dilihat dan dipegang langsung oleh anak, misalnya : CPU, Monitor, Mouse, Keyboard dan Printer.  Pengenalan perangkat keras ini juga dilengkapi dengan penjelasan fungsi dari masing-masing alat dengan cara langsung dipraktekkan (learning by doing).

4)         Usia 7 – 8 tahun
pada usia ini, pengenalan dunia IT sudah masuh pada tingkat program interaktif, dimana anak sudah bisa berinteraksi dengan program aplikasi pembelajaran.

3.        MANFAAT INTEGRASI ICT DALAM LINGKUP PAUD
Manfaat integrasi ICT dalam ruang lingkup PAUD yaitu :
a.        ICT Sebagai Sumber Belajar
Contoh konkrit dalam pendayagunaan ICT adalah proses belajar dikelas yang menggunakan internet sebagai media pembelajaran Sebagai media yang diharapkan akan menjadi bagian dari suatu proses belajar di sekolah , internet diharapkan mampu memberikan dukungan bagi terselenggaranya proses komunikasi interaktif antara guru dengan siswa. Kondisi yang perlu didukung oleh internet berkaitan dengan strategi pembelajaran yang akan dikembangkan, yaitu sebagai kegiatan komonikasi yang dilakukan untuk mengajak siswa dalam belajar yang baik dan cepat di pahami.



b.        ICT sebagai Media Pembelajaran
Media adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk meyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, dapat membangkitkan semangat, perhatian, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses pembelajaran pada diri siswa.
Pemanfaatn ICT sebagai media pembelajaran merupakan hal yang baru dalam pendidikan. Hal tersebut tentu diiringi oleh perkembangan zaman saat ini. Dikeluarkannya komputer mini (netbook) oleh pabrikan komputer di dunia yang niat awalnya didistribusikan untuk kunsumsi pelajar, merupakan salah satu jalan bagi dunia pendidikan dalam memanfaatkan ICT tersebut. Kamudian pemanfaatan ICT pada lingkup paud yaitu untuk memperkenalkan pada anak usia dini dengan teknologi yang berkembang,dengan belajar menggunakan ICT anak-anak pun dapat mengambil sebuah pelajaran yang di perlihatkan seperti pada video.
Bentuk dari multimedia dalam pembelajaran antara lain :
1.        Multimedia Presentasi
Multi media presentasi merupakan sebuah alat pembelajaran yang di gunakan untuk mempresentasikan sesuatu bahan pembelajaran. Contohnya : LCD

2.        Program Multimedia Interaktif
Program multimedia interaktif merupakan perpaduan antara berbagai media (format file) yang berupa teks, gambar (vektor atau bitmap), grafik, sound, animasi, video, interaksi, dll. yang telah dikemas menjadi file digital (komputerisasi), digunakan untuk menyampaikan pesan kepad publik.Pemanfaatan multimedia sangatlah banyak diantaranya untuk: media pembelajaran, game, film, medis, militer, bisnis, desain, arsitektur, olahraga, hobi, iklan/promosi, dll. (Wahono, 2007). Bila pengguna mendapatkan keleluasaan dalam mengontrol multimedia tersebut, maka hal ini disebut multimedia interaktif.
Thorn (2006) mengajukan enam kriteria untuk menilai multimedia interaktif, yaitu : (1) Kriteria pertama adalah kemudahan navigasi, (2) Kriteria kedua adalah kandungan kognisi. (3) Kriteria ketiga adalah presentasi informasi, (4) Kriteria keempat adalah integrasi media, (5) Kriteria kelima adalah artistik dan estetika dan (6) Kriteria penilaian yang terakhir adalah fungsi secara keseluruhan.Multimedia interaktif menggabungkan dan mensinergikan semua media yang terdiri dari: a) teks; b) grafik; c) audio; dan d) interaktivitas(Green & Brown, 2002: 2-6).
3.        Sarana Simulasi
Simulasi adalah suatu cara untuk menduplikasi / menggambarkan ciri, tampilan, dan karakteristik dari suatu system nyata. Contohnya : gambar yang dapat memacu anak untuk tertarik dalam belajar,dongeng yang di ceritakan pada si anak.

4.        Video Pelajaran
Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan.  Dalam Proses belajar mengajar di kelas, Media berarti sebagai sarana yang berfungsi menyalurkan pengetahuan dari Guru kepada peserta didik. Kelancaran Aplikasi Model Pembelajaran sedikit banyak ditentukan pula oleh Media Pembelajaran yang digunakan.
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik. Contohnya : ketika anak-anak di perlihatkan video yang bertemakan pendidikian maka anak mengambil dari pelajaran tersebut.

c.         Melatih Logika
Saat bermain game, anak-anak harus menggunakan berbagai strategi untuk memenangkan permainan. Hal ini dapat melatih penggunaan logika, menganalisa, dan lain-lain.
d.        Melatih Kemampuan Spasial
Melalui game permainan, kemampuan spasial anak yang berhubungan dengan kecerdasan gambar dan bervisualisasi akan terasah. Kemampuan ini akan berpengaruh dengan kemampuan berhitung mereka. Selain itu, permainan juga akan membantu penggunaan  motorik halus anak.
e.         Kemampuan Membaca
Bagi anak yang belum lancar membaca, game konsol bisa jadi alat yang tepat untuk membantu belajar membaca. Seperti di ketahui ada beberapa game ada yang bersifat edukasi dan bisa membantu anak untuk belajar dengan cara yang lebih asyik. Selain itu, saat bermain anak juga diharuskan membaca setiap perintah yang diberikan oleh tokoh game dan narator game. Maka, secara tak langsung anak bisa belajar membaca dan mengeja secara signifikan.
f.         Stimulasi Otak
Dalam game permainan ada yang bisa membuat permainan sendiri sesuai dengan yang diinginkannya. Hal tersebut bisa membantu stimulasi otak dan proses berpikir untuk menciptakan skenario yang panjang dan rumit sebagai bagian dari pengembangan kreativitas mereka.
g.        Mengembangkan Imajinasi
Permainan bisa membantu anak untuk mengembangkan imajinasi mereka. Anak bisa menggunakan imajinasi ini untuk menyeimbangkan berbagai kejadian dalam film dan diaplikasikan dalam dunia nyata (yang relevan dan postif).
h.        Penggunaan Bahasa Inggris
Salah satu game anak yang disukai adalah konsol dan game online. Game ini banyak dibuat oleh perusahaan luar negeri yang mempergunakan bahasa Inggris.











BAB III
PENUTUP


A.      Kesimpulan
Tujuan pembelajaran TIK pada anak usia dini adalah mengenalkan teknologi informasi dan komunikasi termasuk didalamnya pengenalan terhadap komputer. Pada tahap PAUD, anak masih dalam batas mengenalkan komputer, bagian dan fungsi komputer itu sendiri, menggunakan komputer dengan benar. Pembelajaran ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak usia dini seperti perkembangan kognitif, afektif, maupun sosial-emosional.
Dengan adanya sarana dan prasarana TIK sebagai sumber belajar menjadikan pembelajaran menjadi lebih atraktif juga kreatif. Membuat anak menjadi lebih tertantang untuk bermain sambil belajar.

B.       Saran
Selain lingkungan yang dijadikan sumber dan media pembelajaran, TIK sangat berperan dalam menumbuhkan semangat dan kreativitas anak untuk belajar, belajar adalah bersenang-senang, menyenangkan, dan lebih banyak variasi. Anak usia dini yang dikenal unik, lebih menyukai gambar yang lucu, unik, warna-warni, dan yang bergerak, maka untuk itu guru perlu mendesain media pembelajaran berbasis TIK yang dijadikan sebagai media dan sumber pembelajaran. Guru dalam mendesain media pembelajaran perlu memperhatikan kriteria pembuatan media bagi anak usia dini yakni: tidak rumit, mudah dipahami anak, durasi tidak lama, sederhana, menarik, dan bermakna.


DAFTAR PUSTAKA